Cetak

BPPT - PT. Pertamina Lakukan Komisioning Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

21. 03. 11
Dilihat: 327

Commisioning SPKLU 2

Untuk mewujudkan percepatan era kendaraan listrik, BPPT terus melakukan kliring teknologi dengan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kali ini, BPPT bekerjasma dengan PT Pertamina (Persero) melakukan Komisioning Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Kerjasama Studi Operasional BPPT - PT Pertamina (Persero) yang berlokasi di SPBU Pertamina Lenteng Agung dan SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta (3/03)

SPKLU yang berada di SPBU Lenteng Agung dan MT. Haryono ini merupakan stasiun pengisian daya yang dilengkapi oleh 3 (tiga) tipe plug yaitu   AC type 2, DC charger CCS 2 serta DC charger CHAdeMO. Ketiga tipe plug tersebut dapat digunakan secara bersamaan sehingga  nantinya pelanggan SPKLU tidak akan menunggu waktu untuk melakukan pengisian terlalu lama.

Dalam sambutannya, Kepala Program Charging Station B2TKE BPPT M.M. Sarinanto  mengatakan bahwa BPPT siap menjalankan dukungan terkait hal-hal teknis  dan model bisnis. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa SPKLU ini diharapkan bisa menjadi sebuah model dan masukan bagi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Perpres No 55 Tahun 2019 tentang program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Commisioning SPKLU 4Sementara Vice President Pertamina RTC, Ary Kurniawan mengatakan bahwa kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden untuk bisa memaksimalkan aset-aset yang ada di BUMN guna mengembangkan energi ekosistem di Indonesia. Lebih lanjut, Direktur Pertamina pun telah menginstruksikan agar Pertamina mulai menjalankan model bisnis terbaru terkait dengan transisi energi di Indonesia supaya Pertamina tetap bisa memberikan sumbangsih energi untuk kebutuhan nasional.

Adanya kerjasama ini menunjukkan bahwa BPPT berkomitmen untuk melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong pembangunan  ekosistem KBL yang kondusif, yaitu hingga mencapai nilai keekonomian perbandingan antara ketersedian jumlah KBL dengan jumlah SPKLU. Sebelumnya, BPPT telah berhasil membangun 3 (tiga) SPKLU di -BPPT Serpong, kantor BPPT Thamrin dan PT LEN.