16. 12. 15
posted by: Lanjastek

Balai Besar Teknologi Konversi Energi dengan nama singkat B2TKE adalah suatu satuan kerja eselon 2 di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berada di bawah Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM).

Perjalanan B2TKE dimulai pada tahun 1979. Pada saat itu Direktorat Pengembangan Teknologi - suatu satuan kerja eselon 2 di lingkungan BPP Teknologi (singkatan resmi BPPT pada saat itu), dengan Ir. Harsono Djuned Pusponegoro sebagai direktur – melakukan rintisan kegiatan yang berkaitan dengan rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis - Laboratorium Sumber Daya Energi (UPT-LSDE). Kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Pengembangan Laboratorium Sumber Daya Energi di bawah kepemimpinan Dr. Sudjana Sapii.Prasasti

Pada tahun tersebut di atas telah dimulai kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi konversi energi di lingkungan BPP Teknologi, terutama di bidang energi terbarukan, antara lain energi surya dan limbah biomassa (kayu dan sekam padi). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Republik Federal Jerman (RFJ) melalui Kantor Menteri Riset dan Teknologi (Bundesministerium für Forschung und Technologie/BMFT). Selanjutnya pada tahun 1980 dimulai penelitian teknologi fotovoltaik, tenaga panas surya, fermentasi, serta gasifikasi kayu dan sekam padi.

Kemudian, pada tanggal 2 Agustus 1982 ditandatangani suatu persetujuan bantuan dari Pemerintah Amerika Serikat dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan) dan hibah (grant). Bantuan ini dimaksudkan untuk mendirikan UPT-LSDE sebagai institusi dan laboratorium yang bergerak di bidang teknologi energi di lingkungan BPP Teknologi, lengkap dengan organisasi, program pengembangan teknologi dan sumberdaya manusia, serta pengadaan perangkat keras untuk penelitian (pembakaran batubara).

 

Pada tahun yang sama terjadi reorganisasi pada BPP Teknologi. Perubahan organisasi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 31 Tahun 1982, tanggal 28 Agustus 1982, antara lain Direktorat Pengembangan Teknologi ditingkatkan menjadi satuan kerja eselon 1 dengan nama Deputi Ketua BPP Teknologi Bidang Pengembangan Teknologi. Satuan kerja eselon 2 di bawahnya antara lain Direktorat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi dengan sebutan singkat Dit. PT-KKE dipimpin oleh Dr. L.M. Panggabean sebagai direktur.

Pada tahun 1984, sehubungan dengan tugas baru yang diemban Dr. Sudjana Sapii, maka pimpinan Tim Pengembangan Laboratorium Sumber Daya Energi diserahkan kepada Dr. L.M. Panggabean yang kemudian menyelesaikannya. Pada tanggal 24 Februari 1987 proyek LSDE secara resmi dinyatakan menjadi UPT-LSDE – sebuah satuan kerja eselon 2 - berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek)/Ketua BPP Teknologi No.SK/046/KA/BPPT/ II/1987. Dr. L.M Panggabean menjabat sebagai Kepala UPT-LSDE merangkap sebagai Direktur PT-KKE.

Pengembangan menuju sebuah institusi UPT-LSDE dilaksanakan dengan bantuan Konsultan Battelle Memorial Institute dari Columbus, Ohio, Amerika Serikat, yakni dalam hal pembuatan Master Plan yang memuat struktur organisasi, pengembangan personalia, pengembangan teknologi, dan sarana penelitian.

Pembangunan sarana penelitian dilakukan bekerjasama dengan berbagai institusi. Dengan TÜV (Technischer Überwachungsvereine, Rheinland, Jerman) di bidang fotovoltaik, panas surya, gasifikasi biomassa, dan stasiun cuaca. Dengan NEDO (New Energy and Industrial Technology Development, Jepang) di bidang fotovoltaik. Dengan British Petroleum (BP) Solar di bidang fotovoltaik. Dengan R & S (Renewable Energy System) Eindhoven (Belanda) di bidang fotovoltaik. Kerjasama dengan USAID (United States Agency for International Development, Amerika Serikat) melalui Battelle Memorial Institute, Olympic Associates, Combustion Engineering International, IDEA, PT Rabana, dan PT Wifgasindo Instrument Engineering dilakukan di bidang teknologi gasifikasi unggun terfluidakan, teknologi pembuatan etanol dari sagu, teknologi pembakaran batubara, dan perlengkapan laboratorium kimia analitik.

Dengan GTZ (Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit, Jerman), kerjasama dilakukan di bidang fotovoltaik, khususnya dalam rangka pengkajian tekno-ekonomi dan pemasyarakatan sistem pompa air fotovoltaik di tempat terpencil. Sedangkan di bidang konservasi energi, kerjasama dilakukan dengan Masyarakat Eropa.

B2TKE

 

Pengembangan sarana fisik dilaksanakan oleh PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang meliputi gedung perkantoran, ruang laboratorium, bangunan bubung tinggi (high bay) untuk penelitian karakteristik batubara, serta lapangan terbuka untuk penelitian dan pengujian sistem-sistem fotovoltaik dan tenaga panas surya.

Fasilitas penelitian dan pengujian UPT-LSDE semakin lengkap, meliputi pengujian kualitas daya listrik, audit dan konsultasi konservasi energi, kinerja peralatan pengkonversi energi, sistem fotovoltaik, pompa air tenaga surya (solar thermal pump/STP), pengering tenaga surya, kolektor panas surya (solar collector), pembakaran batubara, gasifikasi biomassa, dan analisa kimia batubara. Di samping itu, terdapat pula fasilitas penunjang, misalnya jaringan komputer lokal (local area network/LAN), perpustakaan, dan bengkel.

Pada tanggal 21 April 2004 kembali dilakukan reorganisasi di lingkungan BPPT (sejak tahun 1998 singkatan resmi BPP Teknologi diubah menjadi BPPT yang dipimpin oleh seorang kepala bukan lagi ketua) dan UPT-LSDE berganti nama menjadi Balai Besar Teknologi Energi disingkat B2TE berdasarkan SK Kepala BPPT Nomor 047/Kp/KA/IV/2004. B2TE mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, pengujian, pengembangan, penerapan dan penyebarluasan teknologi energi yang efisien, handal, dan berwawasan lingkungan.

Setelah 11 tahun lebih B2TE melaksanakan tugas dan fungsinya, pada menjelang penghujung tahun 2015 BPPT kembali melakukan reorganisasi terhadap beberapa satuan kerjanya, termasuk B2TE. Terhitung mulai tanggal 09 November 2015 B2TE resmi berganti nama menjadi B2TKE atau Balai Besar Teknologi Konversi Energi berdasarkan Peraturan Kepala BPPT Nomor 012 Tahun 2015, yang ditetapkan pada tanggal 19 Oktober 2015 dan diundangkan pada tanggal 09 November 2015. (/dbp/nri)