19. 03. 29
posted by: Lanjastek
Dilihat: 2020

Laboratorium Konservasi Energi

Pengujian Pengkondisi Udara

LKE1

Mengapa perlu adanya pengujian piranti pengkondisi udara?

Permen ESDM No. 7 Tahun 2015 mengatur penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi untuk Piranti Pengkonidisi Udara. Produsen pengkonidisi udara diwajibkan mencantumkan label tanda hemat energi untuk menjaga serta melindungi produsen dan konsumen piranti pengkondisi udara yang beredar di masyarakat.

Peran BPPT terhadap Permen ESDM

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) berkomitmen untuk menyukseskan program tersebut dengan menyediakan Laboratorium Konservasi Energi (LKE) untuk Pengujian Pengkondisi Udara yang berstandar internasional.

Keunggulan LKE B2TKE-BPPT untuk pengujian pengkondisi udara

Sebagai wujud komitmen untuk menjadi laboratorium konservasi energi terkemuka di Indonesia, LKE B2TKE-BPPT menawarkan berbagai keunggulan, diantaranya:

1. Kualitas teruji nasional

B2TKE-BPPT bekerjasama dengan Japan Air Conditioning and Refrigeration Testing Laboratory (JATL) untuk membangun sebuah laboratorium pengujian pengkondisi udara dengan akurasi dan kemampuan keterulangan sangat baik. JATL adalah laboratorium pengujian terkemuka di Jepang terutama pada bidang pengkonidisi udara dan refrigerasi.

2. Akurasi sangat baik

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai kesalahan (error) untuk tingkat akurasi (accuracy) pengujian kurang dari 3% terhadap hasil pengujian di laboratorium milik JATL.

3. Kemampuan keterulangan sangat baik

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai kesalahan (error) untuk kemampuan keterulangan (repeatability) pengujian kurang dari 1% apabila dibandingkan dengan laboratorium yang dimiliki oleh JATL.

4. Kapasitas pengujian lebih besar

LKE B2TKE-BPPT memiliki teknologi terlengkap, tercanggih, dan terbesar di Indonesia. LKE B2TKE-BPPT mampu menguji pengkondisi udara untuk kapasitas pendinginan hingga 5 pk (5hp) atau setara dengan 5 kali kapasitas pendinginan yang dimiliki oleh pengkondisi udara yang banyak digunakan masyarakat saat ini.

5. Personil yang berkompeten

Fasilitas laboratorium berkualitas internasional yang dimiliki oleh B2TKE-BPPT juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan terampil. Tenaga ahli dan teknisi untuk pengujian pengkondisi udara di B2TKE-BPPT mendapat pelatihan langsung dengan mendatangkan tenaga ahli dari JATL.

6. Tipe pengkondisi udara yang diuji lebih bervariasi

Meskipun regulasi pemerintah Indonesia untuk pengujian pengkondisi udara diprioritaskan untuk pengujian pengkondisi udara tipe wallsplit, LKE B2TKE-BPPT sudah siap dengan pengujian pengkondisi udara untuk tipe window, wall-split, standing, dan cassette. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kesiapan BPPT untuk menyediakan laboratorium pengujian terlengkap, tercanggih, dan terbesar di Indonesia.

Standar yang digunakan oleh LKE B2TKE-BPPT

LKE2

Pengujian pengkondisi udara di LKE B2TKE-BPPT menggunakan standar ISO SNI 5151 tentang pengujian dan penilaian pengkondisi udara dan pompa kalor non-saluran. Pengujian kinerja dari pengkondisi udara dapat diketahui melalui beberapa parameter utama yaitu kapasitas pendinginan (cooling capacity), laju daya listrik (power rated), dan Coefficcient of Performance (COP). Parameter tersebut dijadikan acuan untuk penilaian SKEM itu sendiri.

17. 05. 14
posted by: Lanjastek
Dilihat: 4414


Balai Besar Teknologi Konversi Energi mempunyai beberapa labroratorium dan pilot plant untuk inovasi ataupun pengkajian.

Teknologi Kelistrikan

Bidang Teknologi Kelistrikan mempunyai tugas melaksanakan pengujian, penerapan dan difusi, serta koordinasi kegiatan bidang enegi kelistrikan.

Beberapa laboratorium pada Bidang Teknologi Kelistrikan yaitu: Laboratorium Optimasi Sistem Pembangkit Energi Terbarukan, Laboratorium Elektronika Daya (Power Electronics), Laboratorium Sistem Ketenagalistrikan (Power System), Laboratorium Mikroelektronika untuk Sistem Kelistrikan, Laboratorium SCADA untuk Smart Grid, Laboratorium Kualitas Daya (Power Quality), dan Laboratorium Tegangan Tinggi Arus Searah.

Konversi Energi

Bidang Konversi Energi mempunyai tugas melaksanakan penerapan, pengujian, difusi, dan koordinasikegiatan di bidang konversi energi.

Beberapa pilot plant dan laboratorium pada Bidang Konversi Energi yaitu: Pilot Plant PLTP Condensing System, Pilot Plant PLTP Binary Cycle, Laboratorium Desain dan Optimasi Energi, dan Laboratorium Penelitian Fuel Cell.

17. 02. 20
posted by: Lanjastek
Dilihat: 3872

Emission Testing Laboratory

(download brochure)

  1. Determination linear velocity testing
  2. Determination dry molecular mass testing
  3. Determination moisture content testing
  4. Determination isokinetic particulate matter testing

lab permata

17. 05. 04
posted by: Lanjastek
Dilihat: 14233
 

Laboratorium Pengujian Emisi

(unduh leaflet disini)

  
Prinsip Pengujian Emisi Gas & Partikulat
 
Pengambilan contoh uji partikulat dilakukan secara isokinetik di mana titik-titik lintas, kecepatan linier, komposisi gas buang, kandungan air gas buang dalam cerobong harus ditentukan terlebih dahulu sehingga kecepatan linier gas buang yang dihisap melalui nozzle sama dengan kecepatan linier gas buang di dalam cerobong. Partikulat yang terkumpul pada filter dan dalam sampling line ditentukan secara gravimetri.
 
Perlunya Pengujian Emisi & Partikulat
 
  • Untuk melakukan pemantauan terhadap produk emisi gas buang & partikulat yang dihasilkan selama proses pembakaran sehingga tidak melebihi ambang baku mutunya.
  • Sebagai review PLTU batubara saat bagi penggantian jenis batubara atau blending campuran batubara
  • Sebagai pelaporan rutin kepada pihak regulator (BPLHD, BAPEDAL, Kementerian LH & Kehutanan) terkait emisi gas yang dihasilkan 
Layanan Pengujian
 
  • Pengujian emisi gas & partikulat pada PLTU, PLTD, PLTG, PLTGU, kiln semen atau proses, incenerator dan sumber emisi tidak bergerak lainnya.
  • Pengujian performance alat kontrol polusi PLTU seperti : efisiensi penangkapan partikulat di Electrostatic Precipirator (ESP), efisiensi penurunan gas SO2 pada Flue Gas Desulfurization (FGD), efisiensi penurunan gas NOx pada Selective Catalyst Reduction (SCR)
  • Pengukuran kecepatan laju alir udara atau gas buang pada ducting 
  • Pengujian emisi logam Merkuri khusunya di PLTU batubara 
  • Pengujian emisi logam berbahaya lainnya seperti: Lead (Pb), Cadmium (Cd), Antimony (Sb), Arsenic (As), Chromium (Cr), Copper (Cu), Thalium (Tl), Zinc (Zn), Mercury (Hg) 
Ruang Lingkup
 
Standar digunakan untuk menentukan kadar partikulat dalam gas buang dari sumber tidak bergerak secara isokinetik dan kadar emisi gas buang pembakaran (O2, CO2, CO, NOx, SO2), sesuai SNI 7117.13-2009 - 7117.17-2009 atau US EPA method 1 – 5 yang meliputi :
  • Penentuan titik lintas lokasi pengambilan sampel sesuai SNI 7117.13-2009
  • Penentuan kecepatan linier aliran gas buang sesuai SNI 7117.14-2009
  • Penentuan kadar emisi gas buang sesuai SNI 7117.15-2009
  • Penentuan kadar air dalam aliran gas buang sesuai SNI 7117.16-2009
  • Penentuan kadar konsentrasi partikulat dalam gas buang sesuai SNI 7117.17-2009
 
17. 02. 20
posted by: Lanjastek
Dilihat: 2420

Laboratorium Desain dan Optimasi Energi

Kompetensi :

  1. Optimasi sistem konversi energi
  2. Desain peralatan konversi energi

Lab Desain dan optimasi energi