Laboratorium Konservasi Energi untuk Pengujian Pengkondisi Udara

19. 03. 29
posted by: Lanjastek
Dilihat: 737

Laboratorium Konservasi Energi

Pengujian Pengkondisi Udara

Mengapa perlu adanya pengujian piranti pengkondisi udara?

Permen ESDM No. 7 Tahun 2015 mengatur penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi untuk Piranti Pengkonidisi Udara. Produsen pengkonidisi udara diwajibkan mencantumkan label tanda hemat energi untuk menjaga serta melindungi produsen dan konsumen piranti pengkondisi udara yang beredar di masyarakat.

Peran BPPT terhadap Permen ESDM

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) berkomitmen untuk menyukseskan program tersebut dengan menyediakan Laboratorium Konservasi Energi (LKE) untuk Pengujian Pengkondisi Udara yang berstandar internasional.

Keunggulan LKE B2TKE-BPPT untuk pengujian pengkondisi udara

Sebagai wujud komitmen untuk menjadi laboratorium konservasi energi terkemuka di Indonesia, LKE B2TKE-BPPT menawarkan berbagai keunggulan, diantaranya:

1. Kualitas teruji nasional

B2TKE-BPPT bekerjasama dengan Japan Air Conditioning and Refrigeration Testing Laboratory (JATL) untuk membangun sebuah laboratorium pengujian pengkondisi udara dengan akurasi dan kemampuan keterulangan sangat baik. JATL adalah laboratorium pengujian terkemuka di Jepang terutama pada bidang pengkonidisi udara dan refrigerasi.

2. Akurasi sangat baik

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai kesalahan (error) untuk tingkat akurasi (accuracy) pengujian kurang dari 3% terhadap hasil pengujian di laboratorium milik JATL.

3. Kemampuan keterulangan sangat baik

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai kesalahan (error) untuk kemampuan keterulangan (repeatability) pengujian kurang dari 1% apabila dibandingkan dengan laboratorium yang dimiliki oleh JATL.

4. Kapasitas pengujian lebih besar

LKE B2TKE-BPPT memiliki teknologi terlengkap, tercanggih, dan terbesar di Indonesia. LKE B2TKE-BPPT mampu menguji pengkondisi udara untuk kapasitas pendinginan hingga 5 pk (5hp) atau setara dengan 5 kali kapasitas pendinginan yang dimiliki oleh pengkondisi udara yang banyak digunakan masyarakat saat ini.

5. Personil yang berkompeten

Fasilitas laboratorium berkualitas internasional yang dimiliki oleh B2TKE-BPPT juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan terampil. Tenaga ahli dan teknisi untuk pengujian pengkondisi udara di B2TKE-BPPT mendapat pelatihan langsung dengan mendatangkan tenaga ahli dari JATL.

6. Tipe pengkondisi udara yang diuji lebih bervariasi

Meskipun regulasi pemerintah Indonesia untuk pengujian pengkondisi udara diprioritaskan untuk pengujian pengkondisi udara tipe wallsplit, LKE B2TKE-BPPT sudah siap dengan pengujian pengkondisi udara untuk tipe window, wall-split, standing, dan cassette. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kesiapan BPPT untuk menyediakan laboratorium pengujian terlengkap, tercanggih, dan terbesar di Indonesia.

Standar yang digunakan oleh LKE B2TKE-BPPT

Pengujian pengkondisi udara di LKE B2TKE-BPPT menggunakan standar ISO SNI 5151 tentang pengujian dan penilaian pengkondisi udara dan pompa kalor non-saluran. Pengujian kinerja dari pengkondisi udara dapat diketahui melalui beberapa parameter utama yaitu kapasitas pendinginan (cooling capacity), laju daya listrik (power rated), dan Coe´Čâccient of Performance (COP). Parameter tersebut dijadikan acuan untuk penilaian SKEM itu sendiri.