Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
17. 06. 06
Dilihat: 2122

kaliandra merah
Mendukung target nasional pengurangan emisi hingga sampai 29%, Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) melalui proyek “Wood Chips and Wood Pellets as Alternative Biomass Sources in Indonesia” melakukan pengkajian potensi penerapan co-firing pembangkit berbahan bakar batubara yang direncanakan akan berlokasi di Sulawesi Tengah.

Co-Firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batubara. Pencampuran pembakaran biomass dengan batubara ini telah diuji pada semua jenis boiler yang biasa digunakan oleh pembangkit listrik. Hanya sebagian kecil dari efisiensi boiler total yang hilang setelah menyesuaikan output pembakaran dengan mencampur biomassa ke pembakaran batubara. Ini membuktikan bahwa efisiensi pembakaran biomassa terhadap kelistrikan akan meningkat bila digabungkan dengan batubara. Demonstrasi dan pengujian juga memastikan bahwa energi biomassa dapat memberikan 30% dari total energi input dengan memodifikasi feed intake system dan burner.

Read More: Dukung Target Pengurangan Emisi, B2TKE Kaji Co-Firing Pembangkit
17. 05. 30
Dilihat: 1445

Prescon KedondongListrik kedondong sempat viral, sebab menyala di Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jerning, Kabupaten Aceh Timur. Di berbagai lini massa pun diuraikan bahwa telah tersambung listrik yang bersumber dari pohon kedondong (Spondias dulcis forst) buatan Naufal Raziq, 15 tahun, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa.

Hal ini pun ditanggapi BPPT melalui Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Prof. Eniya L. Dewi yang menyebut bahwa pada dasarnya semua makanan minuman yang mengandung asam dapat menjadi sumber energi baterai.

Hanya saja yang perlu diperhatikan menurut Eniya adalah kemampuannya dalam menghasilkan kekuatan arus listrik dapat berlangsung lama dan stabil, sehingga dapat menjadi sumber listrik yang mumpuni dan dapat digunakan sehari-hari. Lebih lanjut Eniya juga memberi apresiasi atas percobaan yang dilakukan oleh Naufal, siswa kelas III MTS Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, yang menemukan adanya listrik pada pohon Kedondong Pagar.  

Read More: Apresiasi Konversi Energi Listrik dari Pohon Kedondong, Ini Kata BPPT
17. 05. 20
Dilihat: 1509

IMG 0488Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) melaksanakan rapat koordinasi terkait pengembangan testing protokol dan desain pengujian peralatan listrik berbasis standar nasional. Rapat yang berlangsung di Hotel Harris Bogor pada 19 Mei 2017 secara resmi dibuka oleh Kepala B2TKE, Andhika Prastawa.

Dalam sambutannya, Andhika menyampaikan "Perkembangan peralatan listrik 5 sampai 10 tahun ke depan akan sangat pesat dan mengarah pada smart machine". Hal ini perlu menjadi perhatian agar ke depan B2TKE mampu menghadapi kondisi tersebut. Salah satunya dengan mengembangkan artificial intelligent pada peralatan elektronik, ujarnya.

Saat ini di Indonesia, suatu produk, khususnya alat elektronik harus memiliki standar safety dan performance. Melalui Laboratorium Pengujian Peralatan Listrik Rumah Tangga (PERMATA), B2TKE diberi kewenangan sebagai instansi pemerintah yang dapat melakukan pengukuran pada peralatan listrik rumah tangga sesuai standar prosedur untuk dapat mengetahui seberapa efisien konsumsi energi pada peralatan listrik rumah tangga tersebut.

Read More: B2TKE Persiapkan Fasilitas Uji Hadapi Perkembangan Peralatan Listrik Rumah Tangga