Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
20. 03. 05
Dilihat: 148

MCU B2TKEBalai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) menyelenggarakan Medical Check Up (MCU) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan B2TKE pada hari Kamis (5/3).

Kepala  B2TKE, Mohammad Mustafa Sarinanto menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memantau kesehatan pegawai sehingga mengetahui kasus kesehatan yang paling sering terjadi sehingga B2TKE bisa membuat kegiatan yang terarah sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan kasus kesehatan yang sering didapati.

“MCU ini dilakukan untuk monitor kesehatan pegawai, selanjutnya kita bisa membuat program-program untuk tindakan pencegahan terhadap gejala-gejala kesehatan yang paling banyak muncul”, ungkapnya saat membuka acara MCU.

“Kegiatan ini akan dilakukan rutin maksimal dua tahun sekali, sebagai implikasi dari Surat edaran Menpan RB No. 51 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Lingkungan Instansi Pemerintah” lanjutnya.

Read More: Pantau Kondisi Kesehatan Pegawai, B2TKE Gelar Medical Check Up
20. 03. 02
Dilihat: 237

Hand SanitizerSenin (2/3), Presiden Joko Widodo secara resmi menyampaikan dua orang Indonesia positif terjangkit Coronavirus Disease (COVID-19). Untuk mencegah penularan Virus asal Wuhan tersebut, Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), Mohammad Mustafa Sarinanto menyampaikan imbauan untuk mencegah penyebaran virus tersebut di lingkungan B2TKE.

Sebagai tindaklanjutnya, telah dilakukan pemasangan hand sanitizer pada 20 titik area kantor B2TKE di Gedung 620-265 antara lain di dekat mesin presensi, ruang pegawai, laboratorium dan juga ruang rapat.

Read More: COVID-19 Masuk Indonesia, B2TKE Cegah Penyebaran di Area Kantor
20. 02. 21
Dilihat: 158

Kick off Meeting PLTPPotensi sumberdaya energi panas bumi di Indonesia sebesar lebih dari 28.000 MW, tersebar mengikuti jalur vulkanik mulai dari pulau Sumatra, Jawa, Bali, NTT, Sulawesi dan Maluku. Saat ini baru 1653,5 MW yang telah dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, atau hanya 0.9% dari total bauran energi di Indonesia.

Ditargetkan pada tahun 2025, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) menjadi 7200 MW. Untuk mencapai target pemerintah tersebut, pengembangan tidak cukup dilakukan pada lapangan panas bumi dengan potensi dan skala yang besar (enthalpy tinggi), tetapi pengembangan PLTP skala kecil (enthalpy rendah-menengah) yang jumlahnya sangat besar di Indonesia ini juga sangat diperlukan dan mendesak untuk segera dilakukan.

Jumat (21/2), bertempat di Gedung Serbaguna B2TKE Kawasan PUSPIPTEK, BPPT menggelar kick off meeting kegiatan PLTP skala kecil.

Dipimpin oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Eniya Listiani Dewi, rapat tersebut dihadiri personil dari seluruh unit kerja pendukung kegiatan flagship PLTP.

Read More: Wujudkan Daya Saing di Bidang Energi, BPPT Siapkan PLTP Merah Putih 5 MW