Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
18. 12. 05
Dilihat: 2217

CS Hybrid B2TKEBPPT melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) terus mendukung inovasi dan pengembangan mobil listrik karya anak bangsa. Diantaranya dengan melakukan kliring teknologi pada Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS).

Dituturkan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi, Stasiun Pengisian Listrik ini sama halnya dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada kendaraan konvensional.

“Sejalan dengan program percepatan mobil listrik nasional, pada tahun 2018, BPPT menyiapkan 2 sistem charging station yaitu Fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT PUSPIPTEK, Tangerang Selatan,” ungkapnya di Kantor BPPT, Jakarta, (05/12/2018).

Lebih lanjut dikatakan Deputi TIEM, akan melakukan uji coba mobil listrik untuk operasional kantor sehari-hari dari Tangsel ke Jakarta dan sebaliknya.  Disamping itu, juga dapat digunakan oleh pengguna mobil listrik dari kalangan masyarakat sebagai langkah sosialisasi. Sebagai uji coba fasilitas di atas disiapkan tiga bahan sampel uji kendaraan, berupa kendaraan listrik roda dua, micro car, dan city car.

Road trip kendaraan listrik dan peluncuran charging station kendaraan listrik ini akan kami lakukan mulai dari kantor BPPT Thamrin menuju Puspiptek, Tangsel. Doakan lancar ya,” ungkapnya.

Read More: Dukung Program Percepatan Mobil Listrik Nasional, BPPT Pasang Dua Unit Charging Station
18. 09. 28
Dilihat: 3167

Molis VS SkutikTransportasi merupakan kebutuhan vital bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Terbatasnya sarana jalan dan prasarana kendaraan serta kemampuan ekonomi masyarakat, menumbuhkan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor khususnya sepeda motor. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor Nasional pada tahun 2016 sebanyak 5.931.285 unit sedangkan pada tahun 2017 penjualan sepeda motor mencapai 5.886.103 unit.  

Dengan jumlah sepeda motor sebanyak itu, maka anggaran yang dikeluarkan Pemerintah terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan bertambah besar, belum lagi gangguan lingkungan, terutama polusi udara dan suara, sehingga beberapa produsen menawarkan alternatif sepeda motor listrik.

Sepeda motor listrik adalah kendaraan sepeda yang digerakkan oleh motor listrik dan akumulator. Sepeda motor listrik muncul seiring dengan mencuatnya masalah pemanasan global dan kelangkaan BBM, sehingga produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan tanpa bahan bakar minyak. Di Indonesia saat ini telah tersedia beberapa merk motor listrik yang dijual dengan kisaran harga 15-20 juta, seperti Viar dan Gesits.

Read More: Sepeda Motor Listrik Ramai Mengaspal, Berikut Komparasi Finansialnya Dibanding Skutik
18. 09. 04
Dilihat: 2300

Uji PVPemanfaatan teknologi energi surya di Indonesia saat ini kian marak. Hingga tahun 2018, pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tercatat sebesar 94,42 MWp. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero), menargetkan penggunaan energi surya di Indonesia adalah hingga 1047 MegaWattpeak (MWp) sampai dengan tahun 2025.

Untuk menjamin kualitas PLTS yang terpasang di Indonesia, perlu dilakukan pengujian terhadap komponen sistem PLTS, utamanya adalah modul surya fotovoltaik (PV). Pengujian modul PV ini sudah merupakan kewajiban standar di pasar internasional. Namun,  belum tersedianya laboratorium pengujian tersebut di Indonesia, menjadi tantangan bagi produsen modul PV nasional. Dari sejumlah produsen modul surya di Indonesia baru dua pabrikan yang produknya sudah mendapat sertifikat IEC 61215.

Balai Besar Teknologi konversi Energi (B2TKE)-BPPT mengambil peran penting dalam hal ini. Fasilitas laboratorium pengujian modul PV merujuk pada standar SNI IEC 61215:2016 mulai dibangun tahun ini, dan direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2019.   Tujuan utama dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas infrastruktur Laboratorium Pengujian  Komponen dan Sistem  Fotovotaik (LPKSF)  B2TKE-BPPT  (d/h  B2TE) dengan penambahan ruang lingkup pengujian kualitas modul surya (PV) yang merujuk pada SNI/IEC 61215:2016.   

Read More: Laboratorium Uji PV Nasional Siap Beroperasi, Ini Tahapan Ujinya