Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
19. 07. 20
Dilihat: 482

       Jakarta (17/7) – Bertempat di Auditorium BPPT Jakarta, pada tanggal 17 Juli 2019 telah diadakan diskusi terbuka yang diisi oleh perwakilan dari Kemenko Maritiman RI, Kementrian Perindustrian, Kementerian ESDM dan BPPT sebagai tuan rumah. Peraturan Presiden (Perpres) terkait Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan rencananya akan keluarkan pemerintah tahun ini dan sedang ditungu-tunggu oleh berbagai pihak.  Perpres itu mengatur kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan tidak termasuk kendaraan listrik jenis hybrid dan plug-in hybrid.  Salah satu pertimbangan kenapa  kendaraan  mengedepankan kendaraan  yang berbasis hanya listrik karena Indonesia memerlukan lompatan besar ke mobil listrik jika ingin udara dan  lingkungan bersih serta mendorong adanya  kemandirian industri terutama industry battery yang bahan bakunya ditengarai melimpah di Indonesia.  

Read More: Songsong Perpres Kendaraan Listrik BPPT Gelar Diskusi Nasional
19. 01. 22
Dilihat: 2615

Peresmian PLTP 10

Pemanfaatan energi tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari manusia, seperti listrik. Saat ini kebutuhan listrik sebagian besar masih ditopang oleh penggunaan bahan bakar fosil yang dapat habis suatu hari nanti. Hal ini menjadi alasan bagi Pemerintahan Jokowi-JK untuk mendorong pemanfaatan energi terbaharukan (renewable energy), salah satunya adalah pemanfaatan energi panas bumi atau juga disebut geothermal energy. Pusat riset ilmu bumi Jerman Geo Forschungs Zentrum (GFZ) menyerahkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong yang berkapasitas 500 kW kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Kami atas nama pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama dengan Jerman ini agar dilanjutkan terus," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di sela serah terima aset pembangkit listrik percontohan PLTP Binary Cycle 500 kW di Lapangan Panas Bumi Lahendong, Kota Tomohon, Senin (21/1).

Read More: PLTP Lahendong, Rintisan Energi Bersih untuk Indonesia
19. 01. 09
Dilihat: 1910

Peresmian lab
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) - BPPT secara resmi membuka pelayanan teknis pengujian kualitas modul Photovoltaic (PV) atau panel tenaga surya, dengan  merujuk pada standard SNI IEC 61215:2016.

Dikatakan oleh Kepala B2TKE-BPPT, MM Sarinanto, Laboratorium Uji Kualitas Modul PV ini, adalah yang pertama di Indonesia. Peresmian inipun imbuhnya, menjadi penanda beroperasinya fasilitas yang diperuntukkan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Untuk menjamin kualitas PLTS yang terpasang di Indonesia, perlu dilakukan pengujian terhadap komponen sistem PLTS, utamanya adalah modul surya atau PV. Pengujian modul PV ini sudah merupakan kewajiban standar di pasar internasional,” paparnya saat Acara Peresmian Lab Uji Kualitas Modul Surya PV, di Gedung B2TKE-BPPT, Kawasan PUSPIPTEK, Tangsel, Rabu, (09/01/2019).

Lebih lanjut diungkapnya bahwa potensi pemanfaatan photo voltaic atau tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan, cukup signifikan. Sebagaimana yang ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional,menargetkan adanya peningkatan bauran Energi Terbarukan dari 5% pada 2015 menjadi 23% pada 2025. Dari target Energi Terbarukan 23% bauran energi nasional ini, proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sebesar 5000 MWp di 2019 dan 6400 MWp pada tahun 2025. 

Read More: Resmi Diluncurkan, Lab Uji Modul PV Pertama di Indonesia Siap Beroperasi