Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
19. 01. 22
Dilihat: 2290

Peresmian PLTP 10

Pemanfaatan energi tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari manusia, seperti listrik. Saat ini kebutuhan listrik sebagian besar masih ditopang oleh penggunaan bahan bakar fosil yang dapat habis suatu hari nanti. Hal ini menjadi alasan bagi Pemerintahan Jokowi-JK untuk mendorong pemanfaatan energi terbaharukan (renewable energy), salah satunya adalah pemanfaatan energi panas bumi atau juga disebut geothermal energy. Pusat riset ilmu bumi Jerman Geo Forschungs Zentrum (GFZ) menyerahkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong yang berkapasitas 500 kW kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Kami atas nama pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama dengan Jerman ini agar dilanjutkan terus," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di sela serah terima aset pembangkit listrik percontohan PLTP Binary Cycle 500 kW di Lapangan Panas Bumi Lahendong, Kota Tomohon, Senin (21/1).

Read More: PLTP Lahendong, Rintisan Energi Bersih untuk Indonesia
19. 01. 09
Dilihat: 1778

Peresmian lab
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) - BPPT secara resmi membuka pelayanan teknis pengujian kualitas modul Photovoltaic (PV) atau panel tenaga surya, dengan  merujuk pada standard SNI IEC 61215:2016.

Dikatakan oleh Kepala B2TKE-BPPT, MM Sarinanto, Laboratorium Uji Kualitas Modul PV ini, adalah yang pertama di Indonesia. Peresmian inipun imbuhnya, menjadi penanda beroperasinya fasilitas yang diperuntukkan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Untuk menjamin kualitas PLTS yang terpasang di Indonesia, perlu dilakukan pengujian terhadap komponen sistem PLTS, utamanya adalah modul surya atau PV. Pengujian modul PV ini sudah merupakan kewajiban standar di pasar internasional,” paparnya saat Acara Peresmian Lab Uji Kualitas Modul Surya PV, di Gedung B2TKE-BPPT, Kawasan PUSPIPTEK, Tangsel, Rabu, (09/01/2019).

Lebih lanjut diungkapnya bahwa potensi pemanfaatan photo voltaic atau tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan, cukup signifikan. Sebagaimana yang ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional,menargetkan adanya peningkatan bauran Energi Terbarukan dari 5% pada 2015 menjadi 23% pada 2025. Dari target Energi Terbarukan 23% bauran energi nasional ini, proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sebesar 5000 MWp di 2019 dan 6400 MWp pada tahun 2025. 

Read More: Resmi Diluncurkan, Lab Uji Modul PV Pertama di Indonesia Siap Beroperasi
18. 12. 06
Dilihat: 965

Perbandingan Hasil KonvoiSejalan dengan program percepatan mobil listrik nasional, BPPT menyiapkan dua Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS), yaitu fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan.

Diikuti berbagai jenis kendaraan listrik, fasilitas EVCS yang diresmikan pada Rabu (5/12) di BPPT Thamrin Jakarta terbukti mampu mengisi daya listrik mayoritas kendaraan yang hadir.

Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) MM Sarinanto menyampaikan, “Hadirnya fasilitas fast charging station milik BPPT ini diharapkan memberikan solusi terhadap durasi pengisian kendaraan listrik”.

Saat ini, durasi atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai menjadi salah satu kendala yang dihadapi mobil listrik. Untuk mengisi baterai mobil listrik hingga penuh membutuhkan waktu 4-5 jam. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan mobil BBM yang hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat terisi penuh.

Namun demikian, fast charging station BPPT telah mampu melakukan pengisian baterai mobil listrik kurang dari satu jam.

Read More: Konvoi Kendaraan Listrik Jakarta-Serpong, Berikut Resumenya