Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
18. 07. 13
Dilihat: 866

Uji ESP YTLBalai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) melalui Laboratorium Pengujian Emisi (LPE) lakukan pengujian kinerja Electrostatic Precipitator (ESP) di PLTU Paiton Unit 5 dan 6 PT YTL Jawa Timur.

Dipimpin oleh Penyelia LPE, Taopik Hidayat, pengambilan data pengujian dilakukan oleh tim LPE di site pada 9-13 Juli 2018. "Pengujian dilakukan pada beban 600 MW dengan pengukuran pada inlet dan outlet ESP secara simultan", ujar Taopik.

Kinerja efisiensi penangkapan partikulat pada ESP akan diperoleh sebagai evaluasi terhadap kinerja pembakaran batubara di boiler dan juga kinerja komponen ESP. Efisiensi ESP yang dinyatakan dalam persen isokinetik pada kisaran 90-110% akan memastikan bahwa emisi partikulat PLTU masih dalam nilai baku mutu yang disyaratkan.

Read More: B2TKE Uji ESP PLTU Paiton Unit 5 dan 6
18. 07. 13
Dilihat: 845

Energy SaverSebagai lembaga dengan tugas dan fungsi melakukan pengkajian dan penerapan teknologi, BPPT menjadi rujukan masyarakat terhadap muncul dan berkembangnya teknologi baru di Indonesia. Guna mendukung fungsi tersebut, melalui unit teknis di bawahnya, BPPT memiliki fasilitas laboratorium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Diantaranya adalah Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), dalam melaksanakan fungsi layanan teknologi konversi energi, B2TKE memiliki tiga laboratorium pengujian terakreditasi ISO 17025, yakni Laboratorium Pengujian Komponen dan Sistem Fotovoltaik (LPKSF)Laboratorium Pengujian Emisi (LPE) dan Laboratorium Pengujian Peralatan Listrik Rumah Tangga (PERMATA). Sementara menyusul dalam proses akreditasi, Laboratorium Pengujian Pemanas Air Tenaga Surya dan Laboratorium Pengujian Pengkondisi Ruangan (Air Conditioner).

Read More: Tentang Jargon 'Lolos Uji', B2TKE: Perlu Diklarifikasi
18. 07. 10
Dilihat: 568

bjhta 2018Kedeputian Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM), BPPT layak berbesar hati, pasalnya Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM, Prof. Eniya Listiyani Dewi berhasil raih Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) tahun 2018. Eniya juga tercatat sebagai ilmuwan wanita pertama penerima BJHTA, sejak penghargaan ini diberikan mulai 2008 lalu.

Dikutip dari laman BJHTA Award (http://award.bppt.go.id), pemberian penghargaan ditujukan untuk menjadi pendorong dan motivasi bagi pihak terkait dan pelaku invensi dan inovasi, agar dapat lebih meningkatkan karyanya dan menjadi contoh bagi setiap insan teknologi.

Selasa (10/7), penganugerahan dihelat di Auditorium BPPT Jakarta, disaksikan secara langsung oleh Bapak Teknologi Indonesia sekaligus Founding Father BPPT, BJ Habibie. Dalam sambutannya, Habibie menyampaikan Indonesia harus fokus membangun sumber daya manusia untuk menciptakan ilmuwan-ilmuwan muda generasi penerus yang memiliki daya saing tinggi dan inovatif menuju kemandirian bangsa mengembangkan teknologi. “Apabila kita ingin maju seperti bangsa lain hanya mengandalkan sumber daya alam saja, forget it,” ujar Beliau.

Read More: Usung Inovasi Teknologi Fuel Cell, Prof. Eniya Raih BJ Habibie Technology Award 2018