Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Baron Festival I : Inovasi dan Budaya Gunungkidul untuk Negeri

16. 12. 23
Dilihat: 2229

SAS 3305rev

Pantai Baron, merupakan salah satu obyek wisata pantai andalan Kabupaten Gunungkidul. Daerah Parangracuk, yang terletak di sebelah barat dan berdampingan dengan pantai Baron, mempunyai potensi sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti gelombang laut, matahari, angin dan biomasa yang cukup besar. Dengan potensi sumber daya dan daya tarik wisata yang dimiliki, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjadikan kawasan tersebut sebagai model pengembangan EBT dan sarana wisata edukasi yang diberi nama “Baron Techno Park”.

 

Baron Techno Park dibangun untuk mendukung Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan pemanfaatan 23% EBT untuk kelistrikan pada tahun 2025. BPPT melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), satuan kerja di bawah koordinasi Kedeputian Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) telah mengambil langkah awal melakukan diseminasi dan pelatihan pemanfaatan teknologi kelistrikan berbasis EBT di Baron Techno Park. Hingga akhir tahun 2016, tercatat lebih dari 4.000 pengunjung telah melakukan kunjungan dan memanfaatkan fungsi kawasan Baron Techno Park. Tingginya animo masyarakat terhadap kawasan wisata edukasi Baron Techno Park ini menginisiasi pelaksanaan kegiatan diseminasi intensif yang dikemas dalam agenda Baron Festival.

Baron Festival yang digelar pada 21 – 22 Desember 2016 ini menyasar pengunjung usia sekolah sebagai calon pengguna teknologi EBT guna membekali pengetahuan dasar terkait aplikasi EBT sejak dini. Bertempat di Baron Techno Park, agenda Baron Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Gunungkidul didampingi Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM. Mengusung tema “Inovasi dan Budaya Gunungkidul untuk Negeri”, B2TKE bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Gunungkidul memadukan unsur inovasi serta budaya lokal untuk ditampilkan. Baron Festival yang dimeriahkan oleh pameran hasil inovasi siswa SMA/SMK se-Gunungkidul, pameran hasil kerajinan dan kuliner tradisional Gunungkidul serta pentas kreasi seni dari siswa SMA/SMK ini dihadiri oleh ratusan peserta dari Instansi Pemerintah, Lembaga Pendidikan, serta siswa sekolah dan masyarakat umum. Baron Festival ini direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Gunungkidul menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini sebagai upaya diseminasi IPTEK, khususnya teknologi EBT sedari dini bagi para siswa dan masyarakat Gunungkidul serta dapat memberikan stimulus kegiatan ekonomi masyarakat daerah Gunungkidul dengan mengangkat potensi budaya dan kerajinan yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul.

Sementara Hammam Riza, Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM mengungkapkan bahwa hadirnya Techno Park di Indonesia dapat menjadi media diseminasi teknologi yang mampu menjangkau berbagai lapisan. Beliau menyampaikan bahwa Baron Techno Park dapat menjadi model pengembangan kawasan berbasis EBT dan pusat diseminasi EBT Nasional guna mendukung target Kebijakan Energi Nasional.

Para pengunjung Baron Festival dapat menyaksikan beberapa fasilitas yang terpasang di Baron Techno Park yakni 36 kWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 4 unit (1 kW, 4 kW, 5 kW dan 10 kW) Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan 25 kW pembangkit listrik tenaga diesel biofuel untuk memenuhi kebutuhan listrik 9 ha kawasan Baron Techno Park, fasilitas pengolahan minyak nabati dan biodiesel dengan kapasitas 500 kg/batch, peralatan desalinasi air laut dengan kapasitas 10 ton/hari, ice maker dan cold storage. Disamping itu, sebagai obyek wisata dan wahana edukasi, Baron Techno Park pun dilengkapi dengan pusat informasi multimedia, jam matahari, technocamp serta fasilitas penunjang wisata edukasi lainnya.(btp)