Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Lagi, Kepala B2TKE Sosialisasikan Target Menjadi WBK di Tahun 2020

20. 05. 12
Dilihat: 41

Komitmen WBKSalah satu target kinerja yang diemban oleh Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) tahun 2020 ini adalah menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Hal ini bukan merupakan target yang mudah, karena menuntut sinergi dan kerjasama seluruh Pegawai B2TKE.

Peran Pimpinan dalam melakukan sosialisasi kepada seluruh Pegawai merupakan salah satu langkah yang perlu dilakukan agar seluruh lapisan memahami rencana aksi yang perlu dilakukan guna mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK di B2TKE.

Pencanangan B2TKE menuju WBK telah dilakukan di tahun 2019. Penilaian yang dilakukan terhadap komponen pengungkit dan hasil di tahun 2019 nyaris memenuhi standar minimal yang ditetapkan. B2TKE pada tahun 2019 memperoleh nilai capaian 73,95 dari passing grade 75 untuk menjadi WBK. "Hanya kurang 1.05 poin lagi, B2TKE bisa menjadi WBK" ungkap Kepala B2TKE MM Sarinanto pada acara Ngobras (Ngobrol Bareng Santai) yang diadakan secara virtual pada Senin (11/5).

Di awal tahun 2020, Sarinanto pun berkesempatan memaparkan tantangan B2TKE menuju WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada acara Ngobras (7/2) lalu (http://b2tke.bppt.go.id/index.php/id/295-ngobrol-bareng-santai-kepala-b2tke-paparkan-target-b2tke-di-tahun-2020).

Sarinanto menyampaikan bahwa terdapat dua komponen, yakni komponen pengungkit dan komponen hasil. Komponen pengungkit terdiri dari enam area perubahan: manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sementara komponen hasil meliputi pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN serta kualitas pelayanan publik. 

Tiga dari enam komponen pengungkit yang masih menjadi tugas B2TKE untuk ditingkatkan, yakni area manajemen perubahan, penataan sistem manajemen SDM dan penguatan pengawasan. "Hal ini bukan berarti tiga area tersebut belum diterapkan dengan baik di B2TKE, melainkan hanya perlu dilengkapi data dukung yang diperlukan saja", ungkap Sarinanto optimis.