Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Wujudkan Daya Saing di Bidang Energi, BPPT Siapkan PLTP Merah Putih 5 MW

20. 02. 21
Dilihat: 247

Kick off Meeting PLTPPotensi sumberdaya energi panas bumi di Indonesia sebesar lebih dari 28.000 MW, tersebar mengikuti jalur vulkanik mulai dari pulau Sumatra, Jawa, Bali, NTT, Sulawesi dan Maluku. Saat ini baru 1653,5 MW yang telah dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, atau hanya 0.9% dari total bauran energi di Indonesia.

Ditargetkan pada tahun 2025, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) menjadi 7200 MW. Untuk mencapai target pemerintah tersebut, pengembangan tidak cukup dilakukan pada lapangan panas bumi dengan potensi dan skala yang besar (enthalpy tinggi), tetapi pengembangan PLTP skala kecil (enthalpy rendah-menengah) yang jumlahnya sangat besar di Indonesia ini juga sangat diperlukan dan mendesak untuk segera dilakukan.

Jumat (21/2), bertempat di Gedung Serbaguna B2TKE Kawasan PUSPIPTEK, BPPT menggelar kick off meeting kegiatan PLTP skala kecil.

Dipimpin oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM Eniya Listiani Dewi, rapat tersebut dihadiri personil dari seluruh unit kerja pendukung kegiatan flagship PLTP.

“BPPT sesuai dengan perannya melakukan pengembangan PLTP Skala Kecil melalui tahapan penyusunan engineering design sistem pembangkit dan seluruh komponen-komponennya, dimana seluruh proses EPC sampai dengan manufaktur komponen pembangkit dilakukan oleh industri dalam negeri” ungkap Eniya.

“Pada tahun 2020 ini, Detailed Engineering Design (DED) PLTP 2x3 MW harus sudah final dan siap diterapkan” lanjutnya.

Pengembangan PLTP ini diharapkan mampu mengembangkan industri pembangkit di dalam negeri. Porsi engineering design dapat dilakukan oleh BPPT dan PT Rekayasa Industri, industri manufaktur turbin dilakukan oleh PT Nusantara Turbin dan Propulsi, generator oleh PT Pindad, sistem kontrol oleh PT LEN Industri (Persero), sementara heat exchanger disiapkan oleh PT Intan Prima Kalorindo.

Dengan kolaborasi para stakeholder ini, akan memberikan multiplier effect dalam pengembangan industri komponen dalam negeri.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam hal penguasaan teknologi PLTP skala kecil dan pembinaan kemampuan industri ketenagalistrikan nasional sehingga TKDN di bidang PLTP dapat ditingkatkan secara signifikan.

Pengalaman kaji terap teknologi PLTP skala 3 MW di Kamojang dengan TKDN mendekati 70% menjadi pijakan bagi BPPT untuk mempersiapkan PLTP merah putih selanjutnya dengan kapasitas 5 MW.