Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

BPPT Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Dalam Negeri Melalui Alih Teknologi SPKL

20. 02. 21
Dilihat: 282

Kick off Meeting CSGeliat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia pada periode kedua pemerintahan Jokowi dimulai dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Salah satu bagian dari pengembangan kendaraan listrik yang perlu mendapatkan perhatian adalah ketersediaan Sarana Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) atau dikenal dengan charging station.

“Pada tahun 2020 ini, kita (BPPT) targetkan charging station kendaraan bermotor listrik dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih dari 20%”. Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material, Eniya Listiani Dewi pada kick off meeting kegiatan flagship Charging Station KBL di Ruang Serbaguna B2TKE, Serpong (21/2).

Charging Station BPPT“Selain itu, sebelum pertengahan tahun 2020, Fast Charging Station untuk Gesits yang bisa mengisi baterai selama 30 menit harus sudah dilaunching”, lanjut Eniya.

Dalam pelaksanaannya, Eniya mendorong BPPT untuk bekerjasama dengan industri dalam negeri diantaranya PT LEN Industri (persero), PT. Wika Manufaktur dan PT HS Power untuk mewujudkan target tersebut. BPPT menerapkan prinsip “berawal di akhir dan berakhir di awal” dalam alih teknologi Charging Station KBL tersebut.

Sejak 2018, BPPT telah menginisiasi alih teknologi tiga unit fast charging station yang masing-masing ditempatkan di kantor BPPT Thamrin Jakarta, Kantor B2TKE – BPPT di Kawasan PUSPIPTEK Serpong dan kantor PT LEN Industri (Persero) di Bandung. Ketiga unit SPKL ini turut dimanfaatkan penggunaannya oleh beberapa KBL, diantaranya oleh e-taxi Blue Bird dan Taksi Listrik Grab.