Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Baron Techno Festival, Upaya BPPT Diseminasikan Teknologi Energi Baru Terbarukan Kepada Masyarakat

19. 11. 17
Dilihat: 273

Baron Techno Festival

BPPT kembali gelar Baron Techno Festival dalam rangka memperkenalkan inovasi teknologi khususnya energi baru terbarukan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di area Baron Techno park BPPT, Gunung Kidul, Sabtu (16/11).

Baron Techno Festival sendiri resmi dibuka bersama oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM) BPPT, Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT, Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kab. Gunung Kidul.

Deputi TIEM BPPT, Eniya L. Dewi, dalam sambutannya mengungkapkan Baron Techno Festival ini merupakan sebuah ajang bagi masyarakat untuk mengetahui lebih dalam bagaimana potensi sumber daya alam di Baron, seperti sinar matahari dan angina, dapat dikonversikan menjadi sumber energi listrik dengan bantuan teknologi.

“Pertama kali BPPT datang ke Baron, Kami langsung memetakan kebutuhan masyarakat Gunung Kidul dan sekitarnya, yakni akses untuk listrik serta air bersih. Jadi master plan Baron Techno Park kami arahkan untuk penyediaan energi baru terbarukan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Baron ini,” terang Deputi Eniya.

Eniya sendiri lantas mengungkapkan selama 10 tahun pengembangan, Baron Techno Park telah memiliki teknologi pembangkit listrik tenaga bayau, solar cell, bio diesel, dan fuel cell. Bahkan untuk memenuhi standar kehidupan yang layak, techno park ini telah dilengkapi dengan teknologi desalinasi air, yang mampu menyuling air laut menjadi air bersih dan kebutuhan air minum.

“Semua pembangkit listrik tersebut kami manage dalam konsep smart grid, sehingga pasokan listrik dapat diatur sedemikian rupa. Jika sinar matahari sedang on peak, aliran listrik akan diarahkan menggunakan sumber ini. Demikian juga ketika sedang lemah, tenaga angin yang akan menjadi sumber utama listrik untuk Baron Techno Park,” detilnya.

Dirinya juga menyampaikan pesan Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek), Bambang Brodjonegoro, ketika mengetahui adanya Baron Techno Park. Pak Menristek menginginkan lahirnya start up company dari sini.

“Dengan adanya komitmen serta sinergi bersama ABGC (Academic, Businees, Government, Community), Saya yakin Baron Techno Park bisa menjadi sebuah wahana real vacation, dimana semua pihak bisa belajar langsung bagaimana memanfaatkan sumber daya yang disediakan alam dengan bantuan teknologi,” terang Deputi Eniya.

Deputi Eniya pun yakin dengan kombinasi teknologi yang ada, serta dukungan semua pihak, Baron Techno Park mampu menjadi etalase pembelajaran energi baru terbarukan bagi Indonesia, dan pada akhirnya mampu menghela pertumbuhan perkembangan ekonomi daerah Gunung Kidul dan sekitarnya.

“Selaras dengan semangat BPPT, yakni solid, smart, speed, Saya menginginkan Baron Techno Park mampu menjadi daerah yang solid melahirkan edu wistata; memperkaya pengetahuan dengan cara yang smart; dan dengan speed yang tinggi bisa viral ke seluruh Indonesia,” tutup Deputi Eniya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga DIY, Mulyati Y. Pratiwi, menuturkan bahwa Kawasan Pantai Baron merupakan daerah wisata unggulan Kab. Gunung Kidul. Pameran InTek_Barfest2020

“Pengembangan wisata Baron yang didukung dengan teknologi, khususnya energi baru terbarukan merupakan sebuah perpaduan yang sangat baik. Terlebih, Pemerintah telah menetapkan semua pihak untuk menerapkan energi baru terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025,” terang Gubernur DIY.

Dirinya pun mendukung penuh dan apresiasi yang tinggi kepada BPPT dan pihak terkait atas terselenggaranya Baron Techno Festival.

“Dengan adanya festival ini bisa mempercepat terwujudnya diseminasi teknologi energi baru terbarukan kepada anak sekolah dan masyarakat Gunung Kidul. Dari semua itu, yang terpenting adalah teknologi energi baru terbarukan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Gunung kidul dan sekitarnya,” harap Gubernur DIY.

Senada dengan Gubernur DIY, Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta Bambang Moertono berharap dengan adanya Baron Techno Festival bisa mempercepat diseminasi teknologi kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu hasil MoU (memorandum of understanding) bersama BPPT dengan tujuan peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam rangka mendukung Indonesia maju,” terang Rektor UTY.

Dirinya juga menyapaikan UTY pada festival kali ini akan banyak terlibat membantu mengenalkan teknologi kepada para pelajar yang mengikuti techno camp.

“Semoga Baron Techno Festival kali ini dapat berjalan lancar, serta masyarakat dapat semakin dekat mengenal teknologi,” pungkasnya.

Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT, Sarinanto, mengungkapkan Baron Techno Festival kali ini merupakan event yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2017 lalu.

“Festival kali ini akan berlangsung selama dua hari, dimulai tanggal 16 hingga esok 17 November 2019. Melihat animo peserta dan pengunjung yang marak seperti ini, Kami makin bersemangat untuk mengupayakan Baron Techno Festival untuk menjadi ajang tahunan,” ungkap Sarinanto.

Dirinya melanjutkan festival ini akan diikuti banyak entitas acara, diantaranya science techno camp, pelatihan energi baru terbarukan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas, kompetisi masak, pameran kerajinan dan kuliner dari Dinas UMKM Yogyakarta, serta lomba-lomba yang ditujukan kepada para pengunjung baik dari tingkat TK hingga SMA.

“Padatnya kegiatan ini kami manfaatkan dengan menggunakan seluruh area fasilitas di Baron Techno Park. Ini dalam rangka memperkenalkan satu per satu fasilitas yang kami miliki. Jadi masyarakat bisa mengikuti kegiatan festival serta mengetahui teknologi energi baru terbarukan yang ada,” terangnya.

Kepala B2TKE BPPT ini pun juga mengatakan bahwa dalam festival kali ini, BPPT juga melaksanakan penandatangan dokumen kerjasama (LoI) dengan PT Visi Mata Bima Perkasa dalam pengembangan wahana techno park ini kedepannya.

“Ini pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, BPPT membuka kemitraan untuk badan usaha, universitas, bahkan pemerintah daerah dalam hal pengembangan Baron Techno Park,” tutur Sarinanto.

Dirinya melanjutkan bahwa Kawasan Baron Techno Park ini belum dialiri listrik oleh PT PLN, sehingga teknologi energi baru terbarukan yang ada disini merupakan satu-satunya sumber energi listirk untuk memenuhi segala kebutuhan operasional disini.

“BPPT disini telah membuktikan pemanfaatan teknologi energi baru terbarukan untuk kebutuhan operasional sebesar technopark. Ini juga bisa menjadi contoh untuk pulau yang belum teraliri listrik PLN,” ungkap kepala B2TKE BPPT.

Menariknya, menurut Sarinanto, Baron bisa menjadi tempat pembelajaran, atau simulasi pulau kecil yang ada di Indonesia, karena karakteristiknya baik itu iklim, cuaca, dan topografinya hampir meyerupai pulau tersebut yang biasanya belum ada akses listrik.

“Kita semua berharap dapat membangun Baron Techno Park sebagai kekuatan Yogyakarta untuk Indonesia, baik sebagai tempat edukasi maupun sebagai kawasan wisata yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi daerah Yogyakarta dan sekitar,” pungkas Sarinanto.

 

Sumber:https://bppt.go.id/teknologi-informasi-energi-dan-material/3761-baron-techno-festival-upaya-bppt-diseminasikan-teknologi-energi-baru-terbarukan-kepada-masyarakat-ii