Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Sepeda Motor Listrik Ramai Mengaspal, Berikut Komparasi Finansialnya Dibanding Skutik

18. 09. 28
Dilihat: 1972

Molis VS SkutikTransportasi merupakan kebutuhan vital bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Terbatasnya sarana jalan dan prasarana kendaraan serta kemampuan ekonomi masyarakat, menumbuhkan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor khususnya sepeda motor. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor Nasional pada tahun 2016 sebanyak 5.931.285 unit sedangkan pada tahun 2017 penjualan sepeda motor mencapai 5.886.103 unit.  

Dengan jumlah sepeda motor sebanyak itu, maka anggaran yang dikeluarkan Pemerintah terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan bertambah besar, belum lagi gangguan lingkungan, terutama polusi udara dan suara, sehingga beberapa produsen menawarkan alternatif sepeda motor listrik.

Sepeda motor listrik adalah kendaraan sepeda yang digerakkan oleh motor listrik dan akumulator. Sepeda motor listrik muncul seiring dengan mencuatnya masalah pemanasan global dan kelangkaan BBM, sehingga produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan tanpa bahan bakar minyak. Di Indonesia saat ini telah tersedia beberapa merk motor listrik yang dijual dengan kisaran harga 15-20 juta, seperti Viar dan Gesits.

 

Dengan rentang harga sebesar itu, sepeda motor listrik akan berhadapan dengan sepeda motor skuter matik (skutik) konvensional dan popular, seperti Honda Beat, Yamaha Mio atau sejenisnya. Secara fisik hampir tidak ada perbedaan yang menonjol diantara keduanya, kecuali pada saat keduanya beroperasi di jalanan, misalnya tingkat kebisingan, jarak tempuh dan kehandalan dalam melintas jalanan tergenang air.

Secara umum, tingkat kebisingan sepeda motor listrik jauh lebih senyap dibanding sepeda motor skutik, namun jarak tempuh sepeda motor listrik pada kondisi batere terisi penuh dapat mencapai 100 km (tergantung kondisi jalan), dengan waktu pengisian kembali sekitar 3-4 jam. Pada prinsipnya sepeda motor listrik ini dapat digunakan melewati jalan yang tergenang air bahkan dapat dicuci, namun mengingat pada penggerak sepeda motor listrik, akumulator dan pengendaliannya berbasis elektronik, maka sepeda motor listrik relative lebih rentan terhadap air dibanding sepeda motor skutik, namun hal ini terbayar dengan relatif murahnya biaya pengisian akumulator.

Membandingkan mana yang lebih layak untuk dimiliki diantara kedua jenis sepeda motor tersebut diatas dibutuhkan analisa finansial keduanya. Membandingkan kelayakan antara sepeda motor Honda Beat dan Yamaha Mio jauh lebih mudah dari pada membandingkan antara sepeda motor listrik dan sepeda motor skutik, mengingat kedua kendaraan tersebut berbeda jenisnya. Kasusnya mirip dengan membandingkan kelayakan antara fotovoltaik atau turbin angin atau genset untuk melistriki suatu wilayah.

Studi ini membandingkan analisa life cycle cost (LCC) empat buah sepeda motor listrik dan sepeda motor skutik untuk mengetahui mana yang lebih layak dimiliki oleh masyarakat secara finansial.

Meskipun terdapat beberapa alat ukur analisa efektivitas biaya ekonomi atau economic cost-effectiveness anaysis, namun analisa biaya siklus hidup atau LCC merupakan alat ukur yang paling banyak digunakan oleh organisasi-organisasi besar. Analisa LCC dapat digunakan untuk membandingkan biaya total antara sepeda motor listrik dengan sepeda motor skutik konvensional dengan cara menetapkan biaya siklus hidup komparatif antara keduanya. Hal ini perlu dilakukan mengingat sulitnya membandingkan atau menghitung manfaat ekonomi suatu proyek. Kita mudah terjebak dalam asumsi-asumsi yang berbeda-beda. Beberapa diantara kita akan cenderung memilih sepeda motor yang banyak digunakan masyarakat meskipun setiap hari pengguna akan dibebani biaya operasional yang tinggi untuk pengadaan bahan bakar.

LCC merupakan penjumlahan besaran biaya Net Present Value (NPV) dari empat komponen utama, yakni investasi awal pembelian sepeda motor, keuntungan penggunaan sepeda motor, biaya pengeluaran berulang pengoperasian dan perawatan sepeda motor dan harga jual kembali sepeda motor bekas, selama umur operasi sepeda motor (diasumsikan 7 tahun atau 80km), mengingat pada umumnya masyarakat sudah meninggalkan sepeda motor tua diatas 7 tahun, menjualnya dan membeli sepeda motor baru lagi.  Jika LCC sepeda motor listrik lebih rendah dibanding sepeda motor skutik, maka sepeda motor listrik harus menjadi pilihan pertama, begitu juga sebaliknya jika LCC  sepeda motor skutik lebih rendah dibanding sepeda motor listrik, maka sepeda motor skutik harus menjadi pilihan.

Setelah 7 tahun, usia pakai batere/akumulator sepeda motor listrik sudah habis dan harus diganti baru dengan harganya tidak murah, sedangkan usia pakai sepeda motor skutik ‘mungkin’ masih bisa dipertahankan lebih lama dengan melakukan penggantian komponen yang rusak. Mengingat banyaknya komponen pendukung di kedua sepeda motor, seperti ban, rantai, lampu, dan sparepart lain, maka diasumsikan selama 7 tahun hanya dilakukan servis rutin dan penggantian oli/filter.

Pengeluaran biaya bisa saja terjadi pada titik waktu yang berbeda. Metode ekonomi untuk menghitung keuntungan atau pengeluaran masa depan secara langsung dibandingkan dengan yang apa terjadi saat ini adalah dengan cara menerapkan tingkat bunga perbankan atau diskonto untuk semua biaya pengeluaran dan keuntungan masa depan. Misalnya, dengan tingkat diskonto 10%, biaya pengeluaran USD 100 hari dapat dianggap setara dengan biaya pengeluaran USD 110 yang dikeluarkan satu tahun kemudian atau setara dengan biaya pengeluaran USD 121 yang terjadi dua tahun kemudian, begitu seterusnya, seperti terlihat pada gambar berikut. Hal ini perting diketahui karena menyangkut modal investasi yang akan mem­berikan keuntungan pada investor jika modal tersebut disimpan di Bank atau di investasikan ke proyek lain. 

Tabel faktor bunga majemuk sebagai berikut

Tabel Bunga Majemuk

Secara matematis dapat diformulasikan, NPV = F / (1 + i) n  atau P = F.(P/F,i,n)

dimana:

NPV atau P: Net Present Value atau nilai ekonomi saat ini

F: Biaya yang dikeluarkan pada tahun tertentu

i: Discount rate (tingkat bunga perbankan)

n: Tahun dimana biaya terjadi.

Metode ekonomi untuk menghitung keuntungan atau pengeluaran masa depan secara langsung dibandingkan dengan yang apa terjadi saat ini adalah dengan cara menerapkan tingkat bunga perbankan atau diskonto untuk semua biaya pengeluaran dan keuntungan masa depan. Misalnya, dengan tingkat diskonto 10%, biaya pengeluaran USD 100 hari dapat dianggap setara dengan biaya pengeluaran USD 110 yang dikeluarkan satu tahun kemudian atau setara dengan biaya pengeluaran USD 121 yang terjadi dua tahun kemudian, begitu seterusnya, seperti terlihat pada gambar berikut. Hal ini perting diketahui karena menyangkut modal investasi yang akan mem­berikan keuntungan pada investor jika modal tersebut disimpan di Bank atau di investasikan ke proyek yang lain. 

Tabel berikut ditunjukkan komponen biaya yang mungkin timbul dan patut dipertimbangkan dalam pemilihan sepeda motor listrik atau sepeda motor konvensional.

Contoh pengaruh bunga perbankan (diskonto) terhadap biaya pengeluaran setiap tahun (i=10%)

Tabel Pengaruh DiskontoKomponen biaya (umum) yang timbul selama siklus hidup sepeda motor (diasumsikan siklus hidup sepeda motor 80km atau 7 tahun)

Tabel Komponen Biaya Umum

Rincian komponen biaya yang timbul dari empat buah sepeda motor selama siklus hidup digambarkan pada tabel berikut ini:

Tabel Komponen Biaya Detail

Perhitungan LCC

Pada perhitungan LCC digunakan 2 asumsi dasar, yakni pemakaian motor berkisar 30km perhari atau 10.950km/tahun dan usia pakai sepeda motor maksimum 7 tahun atau 80.000km. Dengan asumsi tersebut, maka bisa dihitung biaya pengeluaran rutin untuk pengoperasian dan perawatan, seperti terlihat pada tabel berikut:

 Tabel Biaya OM

Gambaran biaya (Investasi, biaya pengeluaran rutin untuk pengoperasian dan perawatan, penggantian komponen dan harga jual kembali) selama siklus hidup tujuh tahun dari empat buat sepeda motor yang di bandingkan terlihat gambar 1 dibawah.  Garis vertikal kebawah menggambarkan pengeluaran biaya sedangkan garis vertial keatas menggambarkan pendapatan dan sumbu horizontal menggambarkan tahun.

Biaya Selama LC

Pada dasarnya untuk menghitung nilai sekarang atau present value bisa digunakan formula P = F . (P/F,i,n), sedangkan untuk menghitung nilai sekarang untuk pengeluaran yang berulang setiap tahun bisa digunakan formula P = A.(P/A,i,n), dimana A merupakan pengeluaran biaya yang terjadi setiap tahunnya.

Dengan mengasumsikan tingkat bunga perbankan 6%, maka dapat dihitung LCC selama umur operasi sepeda motor dengan formula:

LCC = Initial Cost + Operation Cost + Maintenance Cost + Replacement Cost + Salvage

LCC = P + AO . (P/A,6%,7) + AM . (P/A,6%,7) + FR . (P/F,6%,4) - FS . (P/F,6%,7)

Merujuk data pada tabel diatas, selama umur operasi tujuh tahun, biaya penggantian (replacement) hanya muncul pada sepeda motor Viar, yakni penggantian batere pada tahun ke empat.

LCCVIAR = 16.000.000 + 302.000.(5,582381) + 0 + 2.880.000.(0,792094) - 500.000.(0,665057)

                = 16.000.000 + 1.685.879 + 0 + 2.281.231 – 332.528

                = 19.634.582,-

LCCGESITS  = 16.000.000 + 299.154.( 5,582381) + 0 + 0 - 500.000.( 0,665057)

                = 16.000.000 + 1.669.991 + 0 + 0 – 332.528

                = 17.337.463,-

LCCHBEAT   = 16.000.000 + 1.762.800.( 5,582381) + 470.850.( 5,582381) + 0 - 3.000.000.( 0,665057)

                = 16.000.000 + 9.840.621 + 0 + 2.628.464 – 1.995171

                = 26.473.914,-

LCCY-MIO    = 16.000.000 + 1.850.940.( 5,582381) + 470.850.( 5,582381) + 0 - 3.000.000.( 0,665057)

                = 16.000.000 + 10.332.652 + 0 + 2.628.464 – 1.995.171

                = 26.965.945,-

Jika diurutkan, maka LCC terendah adalah Gesits dan tertinggi adalah Yamaha Mio.

Kesimpulan

Besaran LCC tersebut diatas menggambarkan kebutuhan biaya keseluruhan penggunaan empat sepeda motor listrik dan sepeda motor skutik yang dibandingkan. Terlihat bahwa sepeda motor listrik memiliki biaya siklus hidup yang lebih rendah dibanding sepeda motor skutik. Melihat selisih besaran LCC diatas, tidak ada keraguan untuk menyimpulkan bahwa sepeda motor listrik lebih layak untuk dimiliki dibanding sepeda motor skutik.

Jika tersedia data, biaya penggantian komponen sepeda motor bisa ditambahkan untuk memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat. Begitu juga dengan penggunaan usia pakai (lifetime) yang lebih panjang, misalnya 10 tahun atau pemakaian sepeda motor sehari-hari diatas 50 km. (molis/Diros)