Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Produk Energy Saver Hanya Diuji, Bukan Lolos Uji BPPT

18. 07. 18
Dilihat: 1984

Klarifikasi ENergy SaverGencarnya promosi produk Energy Saver yang menyertakan jargon “Lolos Uji BPPT” dalam tiga bulan terakhir ini membuat Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) sebagai unit teknis yang melakukan pengujian produk tersebut perlu melakukan klarifikasi lebih lanjut.

Rabu (18/7), didampingi perwakilan Biro Hukum, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (HKH) BPPT, B2TKE undang produsen dan pihak pemasaran produk Energy Saver untuk mengklarifikasi pernyataan yang beredar.

“(Jargon) Lolos Uji BPPT dan menghemat energi sekian persen adalah bahasa iklan, untuk strategi pemasaran. Sejatinya produk (Energy Saver) ini adalah capacitor bank”, ungkap Kuswara, Direktur CV Indoteknika Azzilan selaku produsen dan pemilik merk sejumlah produk Energy Saver yang beredar. “Ada Double Power, Mutiara Saver, King Saver dan yang saat ini sedang naik daun adalah ENTER Indonesia. Semua prinsipnya sama, capacitor bank”, lanjutnya.

Capacitor bank merupakan komponen elektronik yang dibangun dari sejumlah kapasitor, berfungsi memperbaiki faktor daya (cos phi). Komponen ini menyuplai daya reaktif  yang dibutuhkan oleh beban induktif, yang umumnya terdiri dari belitan diantaranya: lampu TL, motor pompa, Air Conditioner (AC), mesin cuci, kulkas, sehingga tidak perlu lagi semua disuplai dari PLN.

Lebih lanjut, Indoteknika menggandeng PT Sains Solusi Global (SSG) sebagai pihak pemasaran produk ENTER Indonesia. Dijelaskan oleh Manajer Operasional dan SDM SSG, Nur Halim, SSG memasarkan ENTER Indonesia sejak 2013 dan menggandeng PT Tiga Pilar dalam tiga bulan terakhir sebagai pemegang hak usaha. “Yang gencar beriklan di media massa adalah Tiga Pilar, kami menjual hak usaha sebagai distributor”, ungkap Nur.

Produk ENTER Indonesia memang telah diuji di Laboratorium Pengujian Peralatan Listrik Rumah Tangga (PERMATA) B2TKE. “Hasilnya adalah unjuk kerja penggunaan produk pada beban induktif”, Manajer Teknis Laboratorium PERMATA, Sudirman menjelaskan.

“Kami (B2TKE), tidak pernah menyatakan bahwa ENTER Indonesia atau energy saver merk apapun telah lolos uji atau mampu menghemat energi. Hasil pengujiannya hanya sebatas potret dari parameter yang diuji, tidak bicara lolos atau tidaknya, apalagi efisiensi”, lanjutnya.

Untuk itu, B2TKE meminta produsen maupun pihak pemasaran ENTER Indonesia untuk meninjau kembali bahasa iklan yang digunakan. “Sampaikan saja hasil dari simulasi penggunaan produk yang dilakukan oleh produsen atau keunggulan teknis lainnya”, tegas Sudirman.

Namun demikian, B2TKE tetap mendukung tumbuh dan berkembangnya industri lokal untuk produk apapun. Sudirman menyatakan, "selama masih dalam koridor  kompetensi dan wewenang Kami, Kami siap." (umum)

Baca juga :

http://www.b2tke.bppt.go.id/index.php/id/235-energy-saver

http://www.b2tke.bppt.go.id/index.php/id/146-energy-saver-benarkah-dapat-menghemat-penggunaan-energi-dan-biaya-listrik