Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Kepala B2TKE : "Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman, Sebagai Rumah Kedua"

18. 07. 06
Dilihat: 660

Setelah resmi dilantik sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) pada (28/6Silaturahim) lalu, Mohammad Mustafa Sarinanto lakukan silaturahim bersama seluruh pegawai B2TKE pada (6/7). Bertempat di Ruang Serbaguna Gedung 620 Klaster Energi Kawasan PUSPIPTEK, acara silaturahim sekaligus halal bihalal berlangsung setelah shalat Jumat. 

Sebelum dilantik sebagai Kepala B2TKE, MM Sarinanto menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Memimpin unit sebesar B2TKE, menjadi tantangan tersendiri bagi saya", ungkap Beliau. B2TKE merupakan satu diantara lima Balai Besar yang ada di BPPT. "Untuk bisa maju, harus bersama, karena B2TKE adalah satu, tidak bisa jika hanya bekerja dengan tim kecil, besarkan", tambahnya.

 

Pada Tahun Anggaran 2018 ini, dengan jumlah 132 pegawai aktif, B2TKE mengelola pagu anggaran sebesar 94 milyar yang terdiri dari atas delapan kegiatan, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Inovasi Teknologi Smart Grid, senilai 2,7 milyar;
  2. Inovasi Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), senilai 8,4 milyar;
  3. Kawasan Techno Park Baron, senilai 983 juta;
  4. Layanan Jasa PNBP, senilai 5,5 milyar;
  5. Sistem Charging Mobil Listrik, senilai 5 milyar;
  6. Fasilitas Laboratorium PV IEC 61215, senilai 50 milyar;
  7. Layanan Perkantoran, senilai 21 milyar, dan
  8. Kegiatan Konservasi Energi senilai 621 juta

Untuk berhasil mengelola kegiatan dan anggaran tersebut, atmosfir kerja yang dinamis dan bersinergi harus diterapkan, termasuk diantaranya kebersihan dan keteraturan tata kerja. Hal ini menjadi tanggungjawab bersama seluruh pegawai.

Di akhir sambutannya, Sarinanto berpesan untuk menjadikan tempat kerja (B2TKE) sebagai tempat yang senantiasa bersih, aman dan nyaman. "Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman sebagai rumah kedua" ungkapnya. (umum)